Artikel Study Lapangan Ekosistem Kebun
Nama Kelompok:
Heny Amalia Choirunnisa (212180007)
Mutiara Wulan Maytasya (212180034)
Anissa Fitria Ningsih (212180043)
STUDY LAPANGAN
A. Abstrak
Ekosistem adalah suatu system ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem juga bisa dikatakan sebagai suatu tatanan kehidupan secara utuh dan menyeluruh antar segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi. Dalam ekosistem, organisme dalam suatu komunitas berkembang bersama-sama dengan lingkungan fisik sebagai suatu system. Organisme akan beradaptasi dengan lingkungan fisik dan begitu juga sebaliknya dimana organisme akan memengaruhi lingkungan fisik sebagai kebutuhan kelangsungan hidupnya. Adapun ekosistem terdiri dari unsur biotik, yaitu jenis-jenis makhluk hidup serta unsur abiotik yaitu factor-faktor fisik seperti iklim, air, tanah serta zat-zat kimia yang berada pada lingkungan tersebut.
Simbiosis adalah semua jenis interaksi biologis jangka panjang dan dekat antara 2 organisme biologis yang berbeda, baik itu mutualisme, komensalisme, ataupun parasitisme. Simbiosis mutualisme adalah hubungan antara 2 organisme yang saling menguntungkan, simbiosis komensalisme adalah hubungan antara 2 organisme dimana 1 untung dan pihak tidak dirugikan maupun tidak diuntungkan, dan simbiosis parasitisme adalah hubungan 2 organisme dimana 1 pihak diuntungkan sedangkan pihak lain dirugikan.
B. Pendahuluan
Jika kita lihat dari komponen biotanya, jenis yang dapat hidup dalam ekosistem, ditentukan oleh hubungannya dengan jenis lain yang tinggal dalam ekosistem tersebut. Selain itu, keberadaannya ditentukan pula oleh lingkungan fisik dan kimia di sekitarnya. Dengan demikian, interaksi antarorganisme ditentukan oleh keseluruhan jenis, faktor-faktor fisik dan kimia yang menyusun ekosistem itu.
Karena ekosistem terdiri atas perpaduan berbagai jenis, dengan berbagai macam kombinasi lingkungan fisik dan kimia yang beraneka ragam maka jika susunan komponen jenis dan susunan faktor fisik serta kimianya berbeda, ekosistem yang dihasilkannya pun akan berbeda pula. Perbedaan ini juga akan terlihat pada gatra pencirian ekosistem, yaitu perbedaan energitika, pendauran hara, dan produktivitasnya. Dari kenyataan ini, memberikan kejelasan kepada kita adanya keanekaragaman ekosistem karena tidak mungkin semua ekosistem yang ada itu tersusun dari organisme-organisme yang sama dengan unsur-unsur lingkungan fisik dan kimia yang sama pula. Dengan demikian, suatu tipe ekosistem tertentu akan terdiri dari kombinasi organisme dan unsur lingkungan yang khas, yang berbeda dengan susunan kombinasi ekosistem yang lain.
C. Pembahasan
Pada study lapangan kali ini kami melakukan study lapangan di kebun milik simbah dari heny amalia choirunnisa didesa cangkrep lor, kecamatan Purworejo, kabupaten Purworejo. Adapun komponen-komponen yang dapat kami temukan diekosistem kebun yaitu:
1. Komponen Biotik
Pohon jeruk
Pohon pisang
Tumbuhan bayam
Bunga
Ulat
Ayam
Lebah madu
Cacing tanah
2. Komponen Abiotik
Cahaya matahari
Tanah
Air
Suhu udara
Dari table diatas dapat diketahui bahwa, komponen penyusun ekosistem kebun terdiri dari unsur biotik dan abiotic. Pada unsur botik terdapat pohon jeruk, pohon pisang, tumbuhan bayam dan bunga sebagai produsen serta ulat, ayam lebah madu, cacing tanah sebagai konsumen yang akan memakan daun dari pohon jeruk dan pohon pisang serta tumbuhan bayam dan bunga sebagai sumber makanannya.
D. Kesimpulan
Jadi berdasarkan pengamatan yang kita lakukan persamaan antara ekosistem darat buatan dan alami terletak pada susunan komponen abiotiknya yaitu ada tanah,cahaya,suhu,angina, dan air. Sedangkan perbedaan antara keduanya terletak pada susunan komponen biotik dan keadaan lingkungannya